Langsung ke konten

Kenapa saya membuat aplikasi sendiri

Hampir semua kebutuhan sudah ada aplikasinya. Yang sulit adalah memilih satu yang masih akan Anda pakai sepuluh tahun lagi, mempelajari semua kebiasaannya, lalu berharap aplikasi itu tidak tutup, tidak menaikkan harga, dan tidak dijual. Saya berkali-kali mengalaminya, jadi saya mulai membuat sendiri alat-alat kecil yang saya butuhkan.

Setiap aplikasi di sini berawal dari kebutuhan saya sendiri: mencatat investasi tanpa menyerahkan angkanya ke broker, menghitung shalat tanpa iklan yang mengganggu. Kalau berguna untuk saya, kemungkinan besar berguna juga untuk orang lain, jadi saya membagikannya.

Yang sama di semua aplikasi

Data Anda tinggal di perangkat Anda. Kalau aplikasi punya fitur cadangan, datanya masuk ke Google Drive Anda sendiri, di folder yang hanya bisa dibaca aplikasi itu. Saya tidak menjalankan server yang bisa melihat isi data Anda.

Biaya operasionalnya hampir nol. Aplikasi web di-hosting gratis dan aplikasi HP tidak butuh backend, jadi tidak perlu langganan untuk membuatnya tetap hidup, dan tidak ada alasan untuk mengisinya dengan iklan.

Karena saya sendiri memakainya, aplikasinya diperbaiki saat ada yang rusak.

Soal nama

Sararia dalam bahasa Sunda berarti “kalian semua”. Itu untuk siapa aplikasi-aplikasi ini dibuat: semua orang, bukan satu kalangan saja. Logonya adalah sapu lidi. Satu lidi tipis dan lemah, tetapi diikat jadi satu ia bisa menyapu bersih. Begitu juga di sini: banyak aplikasi kecil, diikat satu tali.

Semua yang sudah saya terbitkan, ditambah yang sedang dikerjakan.